Jakartaria : Pasar tradisional mati suri?

Yup, gak bisa dipungkiri bro…. serbuan mall, super mall dan mini mall yang gencar akhir-akhir ini memang berakibat cukup menyedihkan. Kenapa?
Dilihat dari sisi Pesaing, dlm hal ini Kartunmania melihat dari keberadaan Mall :

  • Makin banyak
  • Makin masuk ke daerah pemukiman
  • Makin panjang jam operasinya (24 jam)
  • Lebih bersih dan nyaman

Dari sisi pasar Tradisional sendiri :

  • Banyak yang masih merupakan bangunan lama
  • Terkesan kotor bin jorok
  • Penataan dan pengelolaan yang ruwet (pedagang gak resminya terlalu banyak)

So, bagaimana seharusnya PD Pasar Jaya sebagai institusi yang paling bertanggung jawab terhadap permasalahan ini menyikapinya? Kayaknya hanya satu kata bro… BENAHI!! Ikuti titik lemahnya dan atasi sesuai dengan permasalahan terkait. Kalo bangunannya udah pada reot dan kumuh, ya perbaiki, atau kalau memungkinkan bangun yang baru. Kalau jorok dan kumuh kawasannya karena perilaku pedagang yang tidak baik, ya diberikan pembinaan seperti karikatur yang disampaikan kang Didie SW. Kalau ruwetnya gara-gara pedagang yang tidak resmi, ya tegakkan aturannya….
Okeeh, PD Pasar Jaya tentunya sudah punya banyak jurus untuk mengangani permasalahan ini, buktinya mereka telah mulai melakukan pembenahan dengan melakukan peremajaan terhadap 12 Pasar tradisional di wilayah DKI. Semoga semua usaha tersebut memberikan hasil yang optimal sehingga sebagai warga Ibukota, kami bisa menikmati berbelanja di pasar tradisional yang bersih, nyaman dan tentunya dengan harga yang lebih murah.

Kartun Kompas edisi 09 April 2010
Karya :Didie SW

 

Website tools

4 thoughts on “Jakartaria : Pasar tradisional mati suri?

  1. Sekarang dah banyak pembenahan juga untuk kebersihan pasar di Jkt,, relokasi juga udah dilakukan pemerintah,,, moga lebih ditingkatkan kebersihan dan layanan unt. publik,, karna qt konsumen juga butuh kenyamanan hehew:D Thanks for Sharing!

  2. Betul jeng… saya sendiri juga merasakan, namun terkadang perilaku pedagangnya sendiri yg bikin kita kurang nyaman. Coba perhatiin, berapa prosen koridor jalan diantara kios, yang di-“makan” oleh etalase mereka?? Ketegasan pengelola sebenarnya sangat diperlukan untuk kasus2 seperti ini… 😀

    Salam,

Leave a Comment