mafia, gayus dan lavenda

Perbedaan pengucapan yang dibarengi dengan ke-kurangsempurnaan pendengaran, bisa membiaskan sebuah kata. Contohnya, mafia dengan mak-fia. Lebih parah lagi, jika yang berbicaranya pun tidak jelas. Bindeng atau cadel, misalnya. hmmm… jadi ingat waktu kecil disuruh niruin kata-kata ini oleh tetangga iseng : “laler lare rolas, menclok rel rele mlunker..“, ” bapak kantore gedhe..” :hammers

Kartun Kompas, edisi 30 Januari 2011

TIMUN – Karya : Rachmat Riyadi (Libra) – ” Mafia….”

SUKRIBO – Karya : Ismail ” Salah warung”

KONPOPILAN – Karya : Ade R. – “.. Nasib lavenda konpopilan..”

Karikatur PANJI KOMING – Karya : Dwi Koen

16

5 thoughts on “mafia, gayus dan lavenda

  1. Ajeng : betul jeng.. ada yang keras.. medium dan ada yang lunak.. 🙂

    Aim : sementara sing mangani lavenda, malah ngorok lan mimpi pacaran lagi… :ngakaks

    Popi : wedus jeng.. hehe

    Eks : paint brush :mrgreen:

Leave a Comment