Pornografi di lapangan hijau

Pornografi adalah :
1
penggambaran tingkah laku secara erotis dng lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu berahi;
2
bahan bacaan yg dng sengaja dan semata-mata dirancang untuk membangkitkan nafsu berahi dl seks. sumber : Kamus Besar Bahasa Indonesia

Secara etimologis, istilah pornografi berasal dari bahasa Yunani, Porne yang berarti rumah pelacuran dan Graphos yang berarti tulisan atau gambar. Istilah porne sendiri secara gradual kemudian mengalami perkembangan makna menjadi sesuatu yang berhubungan dengan seks, terutama pengertian seks yang memalukan (Obscene sex) atau seks dengan kekerasan (Violent sex). Dengan demikian, pornografi dapat menunjuk pada gambar atau tulisan yang berkaitan dengan seksual. Sumber

Dari dua sumber di atas, tentunya bro n sis bisa mendapatkan gambaran tentang pengertian pornografi. Kerancuan akan timbul disaat mata orang menatap sebuah obyek yang sama tapi mengirimkan pesan yang berbeda pada otak masing-masing. Inilah yang terjadi ketika Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 281, 282 dan 283 KUHP tentang Kejahatan terhadap kesopanan diterapkan. Dalam Pasal 282 ayat (1) disebutkan, ”Barang siapa menyiarkan, mempertontonkan, atau menempelkan dengan berterang-terangan suatu tulisan yang diketahui isinya, atau suatu gambar atau barang yang dikenalnya yang melanggar perasaan kesopanan…”. Seorang seniman dan seorang ulama atau orang dewasa dan anak remaja akan berpeluang mempunyai persepsi yg berbeda terhadap sebuah obyek yang “erotis”.

Hmm, balik maning ke kartun bro…
Bagaimana jika ada seorang pemain sepakbola gila yang melakukan selebrasi dengan melemparkan celananya ke penonton? Atau… wasit yg berbugilria di lapangan hijau seperti kartun di bawah ini.. Termasuk pornografi atau sekedar sebuah hiburan yang menyegarkan? :alay

Kartun Tabloid Bola edisi 24 Maret 2011

SPORT Cartoon Sepakbolaria – Karya : nunk (Hanung Kuncoro)

Wasit porno bugil

Karya : Nank Ngablak – Wasit tinju error

Karya : Nazar – Sparing Partner Tinju kelas Berat

Karya : Ahoen – Tinju modifikasi

Comments
  1. 7 years ago
  2. 7 years ago
  3. 7 years ago
  4. 7 years ago

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons