Hompimpah alaihum nurdin

Serial boneka Unyil pernah tenar di era TVRI di tahun 80-an.. Jargon yang masing kuingat salah satunya adalah “hompimpah alaihum gambreng… Unyil kenciiiing…“. Selain itu kalimat “ogaaah aahhh..” dan “cepek dulu…” juga sempat tenar berkat peran si botak pemalas, pak Ogah. Seiring dengan perjalanan waktu, serial tersebut akhirnya tenggelam, dan 20-an thn kemudian berusaha diangkat lagi lewat acara di trans 7, “buku harian si Unyil” dan “Laptop si Unyil”. Dua acara trans 7 tersebut, menurut kartunmania sangat bagus krn berusaha menampilkan dua sisi positif, dunia iptek dan dunia anak yg dikemas dengan sederhana shg mudah untuk dicerna anak.

Okeeh… kali ini, Mas Ismail Sukribo kembali mengangkatnya lewat sentilannya ke mantan Ketua PSSI, Nurdin Halid.. Sayangnya saat kartunmania posting kartun ini, kisruh PSSI ternya ta jauuuuh lebih parah lagi.. Kang Nurdin sudah mundur dan ‘terpaksa’ legowo. Dua calon yg sebelumnya diharapkan menggantikannya :army: dan 😎 ternyata di black list oleh FIFA. Ambisi pribadi yang mungkin ditunggangi oleh kepentingan yang lebih besar, ternyata membutakan mata kedua orang itu. Kengeyelannya berbuah deadlock konggres PSSI… Kehancuran sepakbola nasional di depan mata… 🙁
Ndak ada yg bisa kartunmania perbuat, selain mengajak rekan2 sekalian berdoa, agar kedua orang tersebut diberikan hidayah untuk bisa legowo.. dan Konggres PSSI mendatang berhasil menyusun kepengurusannya.. Amin.. :iloveindonesias

Kartun Kompas, edisi 27 Februari 2011

SUKRIBO – Karya : Ismail ” Bukan jaman Unyil lagi”

TIMUN – Karya : Rachmat Riyadi (Libra) – “Antara Tragedi dan Komedi..”

KONPOPILAN – Karya : Ade R. – “.. konpopilan dimarahin ayam..” Hayo sapa yg tahu artinya.. 🙂

Karikatur PANJI KOMING – Karya : Dwi Koen

Mutiara kata hari ini

Manusia adalah bagaikan sebuah huruf dari dari rangkaian abjad. Untuk membuat sebuah kata, ia harus bergabung dengan manusia lain.

Benjamin Mendelstamm

6 thoughts on “Hompimpah alaihum nurdin

  1. Cak Todi, ini yg otakku lola.. konpopilan ketakutan dimarahin seekor ayam, sementara binatang buasnya pun pucat pasi.. di belakan para tikus pada ngerumpi… hohoho.. hanya mengira2, tp gak sakin maksud konpopilan.. 🙂

    Nita, nurdin yang mana nih.. wah, mantan ketua RT-ku jg Nurdin lho… :ngakaks

    Jeng Popi, hahaha jeli..JELI..JELI.. :thumbup

Leave a Comment