Korelasi antara bakat, minat dan cita-cita
Sebagian dari kita, mungkin pernah menjalani tes IQ dan tes bakat&minat. Dari pengamatan kartunmania, anak SD di DKI Jakarta, dalam kurun waktu 6 tahun, setidaknya menjalani tes tersebut sebanyak 2 kali. Selain angka IQ anak, beberapa data tentang bakat minat anak biasanya tercantum dalam hasil tes tersebut. Data ini sebenarnya sangatlah penting bagi guru dan orangtua dalam membimbing, mengarahkan dan mem-fasilitasi anak agar bisa belajar secara optimal.
Misalnya,
- minat anak kearah seni, maka orangtua bisa menyediakan sarana bagi anak untuk berkreasi sesuai dengan minatnya.
- Nilai anak kita rata-rata 7,5 sedangkan hasil tes IQ-nya 128. Anak kita ini termasuk dalam kategori bermasalah, karena prestasinya jauh dibawah kemampuan sebenarnya (under achiever)
Idealnya data tentang bakat & minat tersebut selaras dengan cita-cita si anak. Cita-cita merupakan motivator terbaik bagi anak, karena datang dari dalam diri mereka. Bagaimana jika ternyata cita-cita mereka tidak sama dengan bakat dan minat? Ada baiknya orangtua mengkomunikasikannya dengan anaknya, biasanya sih ‘cita-cita’ mereka sebenarnya belum fix. Hmmm… jadi inget waktu kecil klo ditanya tentang cita-cita, aku pasti menjawab ‘jadi dokter’… Hayoooo, siapa yang jawabannya sama dengan saya?
Okeeh… Klo lihat kisah Peri dan Acil edisi kali ini, kayaknya si Chenchen punya kemungkinan besar untuk berhasil menggapai cita-citanya, bagaimana menurut anda?…
Kartun Pikiran Rakyat, 1 Juli 2012
PERI dan ACIL – Karya : Nada dan Ali
Cita-cita, emang seharusnya sesuai dengan minat…

Tak & Dut – Karya : Aan Iskandar
“Nenekku mantan umbrella girls“
YAYAT CEKING – Karya : Rond & A’doen
“Nasgor Messi” ![]()

JOKIS & NAIS – Karya : R. Amdani & Kipod
“Demi bola” ![]()

| Mutiara kata hari ini |
Badrun |
Leave a Reply
- » Siapa menuduh siapa
- » Mengurangi yang jelek adalah baik
- » Antara tim, suporter dan pendukung sepakbola
- » Tak & Dut gagal jadi idola cilik
- » Khasiat daun bayam








