Badai adalah angin yang marah

Musim pancaroba biasanya muncul setiap bulan Juni-Juli atau bulan Oktober – Nopember. Dia periode bulan tersebut terjadi ketika melalui siklus pergantian musim dari penghujan ke kemarau dan dari kemarau ke musim hujan. Namun patron siklus tersebut ternyata sekarang tidak berlaku lagi. Kekacauan patron cuaca tersebut, menurut para ahli akibat menipisnya lapisan ozon. Silakan googling jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut soal tersebut.

Disisi lain, masyarakan petani di Indonesia yang mengandalkan pertanian tadah hujan, menjadi korban. Kasus salah menentukan waktu saat mulai menanam tanaman terjadi di hampir seluruh wilayah negeri tercinta ini. Akibatnya bibit tanaman yang sudah disemai, menjadi sia-sia. Ngelus dada rek

Okeeh, salah satu akibat dari tipisnya ozon, sirkulasi angin pembawa hujan pun menjadi liar. Badai pun terjadi dimana-mana dan kapan saja. Efeknya nelayan pun ikut-ikutan merugi… Tapi ngomong-ngomong soal angin. beberapa teman menayakan soal warna angin. Tentunya angin yang menjadi badai tersebut menyimbulkan sebuah kemarahan, dan kemarahan identik dengan warna merah. Benarkah begitu? Hmmm, yuk kita tanya si Terong aja lah… :ngakaks

Kartun Suara Merdeka edisi 1 Juni 2014

Terong – Karya : Kak Jo

Beginilah cara menghadap ujian yang salah :ngakaks

terong

Karya : Diah Transhinta

Nonton bioskup bersama kuntilanak.. :mrgreen:

kuntilanak

Karya : Zaenal Abidin

Tips cara menjemur baju.. :ngakaks

jemur baju

Karya : Mr. No

Beda antara Petruk Muda dan Petruk Tua… :batas

petruk

Karya : Partono

Beginilah cara Spiderman membunuh nyamuk.. :ngakaks

Spiderman

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *