Tag Archives: agoes

Bahayanya penyakit pilek

Pilek adalah sebuah penyakit ringan yang kronis. Dibilang ringan karena memang bukan penyakit yang berefek langsung pada kematian. Dibilang kronis, karena tidak ada kata sembuh. Minggu ini meler, berhenti sebulan… meler lagi dan lagi… Ringan dan kronis, bukan berarti tidak berbahaya lho… Contohnya, saat Rio Ferdinan di bawah ini terjangkit flu..efek negatifnya langsung menimpa timnya… :batas

Kartun Tabloid Bola edisi 28 Nopember 2011

SPORT Cartoon Si Gundul – Karya : nunk (Hanung Kuncoro)

Gara-gara bersin… :ngakaks

Karya : Ribok– Hmmm… separah inikah ulah superter?.. :mrgreen:

Karya : Agoes – Main bola apa mejeng?… 🙁

Karya : Pluto – Beginilah jadinya, kalau kipernya mantan nelayan… :mrgreen:

Karya : Andi – Suasana ruang pemain cadangan… 🙂

Karya : Muslih Kokkang – Suasana kamar bedah pemain bola.. :mrgreen:

Karya : oook terkatung? – Beginilah sebenarnya sebuah tendangan halilintar berefek… :ngakaks

Kartunmania Today’s


“Bangsa Rom pada masa dahulu sangat kuat berusaha dan rajin bekerja sehingga berjaya kepuncak ketinggian.Namun,setelah ditimpa penyakit lalai dan malas, peradaban yang ditegakkan oleh nenek moyang mereka runtuh sedikit demi sedikit .Ketika itu mereka menyangka berusaha dan bekerja itu bukan pekerjaan orang yang merdeka tetapi pekerjaan budak-budak.”

~ Sejarah dunia

Kartun dari lintasan lari

Dari lintasan di stadion madya Senayan, kami laporkan pandangan mata pertandingan lari antar penghuni RSJ Grogol, RSJ Menur, RSJ Porong, RSJ Cipinang, RSJ Pondok Bambu dan RSJ Nusa Kambangan.. Anda tertarik untuk menyaksikannya? Hmmm.. Monggo.. Jika ada efek samping yg negatif, kartunmania gak tanggung yeee….  :ngakaks

Kartun Tabloid Bola edisi 2 Juni 2011

Karya : Agoes – Photographer ndak tahu diri…

Karya : Zaenal Abidin – Lari estafet…

Karya : – – Atlit lari maraton..

Karya : Soeprie Ketjil – Finish line-nya jadi net.. :mrgreen:

Karya : Ahoen – Finish line-nya hilang.. :mrgreen:

Mutiara kata hari ini

..pabila cinta memanggilmu… ikutilah dia walau jalannya berliku-liku… Dan, pabila sayapnya merangkummu… pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu…

Kahlil Gibran