Tag Archives: agusur

Debat, sebuah solusi pemecahan masalah

Mengemukakan pendapat adalah salah satu hak kita yang dijamin oleh Undang-undang. Tentu saja tata caranya pun harus sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Demontrasi adalah salah satu wujud dari kebebasan untuk berpendapat itu.

Jujur bro, ketika era tangan besi beralih ke alam demokrasi, kartunmania masih mempunyai apresiasi yang tinggi terhadap mahasiswa yang berdemontrasi. Namun, perlahan apresiasi itu mulai luntur. Semakin banyak pihak yang menunggangi mereka dan semakin tidak terkendalinya sikap dan ucapan. menjadi faktor penyebabnya. Kebiasaan tawuran antar mahasiswa – bahkan antar fakultas dalam satu almamater – bahkan sampai ada korban jiwa – turut melunturkan apresiasiku… 🙁

Balik maning… Debat terbuka, mungkin menjadi salah satu opsi untuk mengganti aksi demontrasi. Syaratnya, kedua belah pihak harus menjadikan debat sebagai sarana kontrol dan selanjutnya mau melakukan evaluasi. Namun jika salah satu pihak berkepala besi, solusi bagaikan “jauh panggang dari api“. Menurut Bangkot, debat dalam sekala kecil di lingkungan keluarga pun sebenarnya perlu mendapatkan perhatian untuk selanjutnya dilakukan perbaikan yang dirasa perlu. Jangan sampai anarkis, hingga piring gelas jadi menderita … :mrgreen:

Kartun harian Warta Kota edisi 16 September 2012

Bangkot – Karya : Hendratno

Antara debat Cagub . dan debat keluarga. 🙂

Karya : Agusur – Tembok derita.. 🙁

Karya : Zaenal Abidin – Akrobat cilik….. :ngakaks

Karya : Ikhsan Dwiono- – Gang Motor simulator. :mrgreen:

Karya : Ipong – Meski di penjara, perjuangan yang keras, menghasilkan gol yang tepat… :mrgreen:

Kartunmania Today’s
Perjuangan sejati tidak mengenal kata nerhenti. Tetap semangat bro.. ?

~ Badrun ~

Mengejar teroris dan games Minesweeper

Teroris berasal dari kata dasar teror yang menurut kamus besar bahasa Indonesia artinya

e·ror /téror/ n usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan;
me·ne·ror v berbuat kejam (sewenang-wenang dsb) untuk menimbulkan rasa ngeri atau takut: mereka ~ rakyat dng melakukan penculikan dan penangkapan

Teroris adalah orang yang melakukan tindakan teror. Sedangkan terorisme adalah paham/tindakan yang terkait dengan teror. Dari penuturan mbah Wiki, ada bejibun pengertian terorisme. Ini cuplikannya :

  • Menurut TNI – AD, berdasarkan Bujuknik tentang Anti Teror tahun 2000, terorisme adalah cara berfikir dan bertindak yang menggunakan teror sebagai tehnik untuk mencapai tujuan
  • Menurut Konvensi PBB tahun 1937, Terorisme adalah segala bentuk tindak kejahatan yang ditujukan langsung kepada negara dengan maksud menciptakan bentuk teror terhadap orang-orang tertentu atau kelompok orang atau masyarakat luas

Terorisme menjadi masalah karena jelas mengganggu keamanan dan ketenteraman masyarakat. Rasa aman adalah sebuah kebutuhan yang teramat penting, setelah kebutuhan faal, so tidaklah heran jika Kepolisian dengan Densus 88-nya tetap gencar mengejar orang-orang yang ditengarai sebagai teroris. Tapi ternyata tidaklah gampang sob… Hilang sementara di daerah satu, muncul kembali di daerah lainnya. Kerumitan inilah yang tergambar dari kartun Bangkot kali ini…

Hmmmm… klo dipikir-pikir lagi kartun Bangkot kali ini mirip games bawaan windows xp, Minesweeper… jika anda beruntung, anda tidak menginjak bom sampai satu babak selesai. Full gambling…

Namun kartunmania tidak mengharapkan seperti itu, karena aparat keamanan kita pasti bekerja secara profesonal dengan segala tanggung jawabnya sebagai aparat pengayom masyarakat. Ibaratnya games, Densus 88 tentu sudah punya Cheatcode-nya… :mrgreen:

Kartun harian Warta Kota edisi 9 September 2012

Bangkot – Karya : Hendratno

Pemberantasan teroris, bagaikan main Minesweeper… 🙂

Karya : Pakho – Layang-layang mania… :ngakaks

Karya : Agusur – Baru kali ini, seorang dalang wayang golek jadi penderita…… :ngakaks

Karya : – – Loncat jemuran. :mrgreen:

Karya : Joe – TPS dengan kotak suara, kotak saran dan kotak amal… :mrgreen:

Kartunmania Today’s
“Tidak ada pedang seperti kebenaran dan tidak ada pertolongan seperti kejujuran.”

~ Badrun ~