Tag Archives: cartoon

Mengejar teroris dan games Minesweeper

Teroris berasal dari kata dasar teror yang menurut kamus besar bahasa Indonesia artinya

e·ror /téror/ n usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan;
me·ne·ror v berbuat kejam (sewenang-wenang dsb) untuk menimbulkan rasa ngeri atau takut: mereka ~ rakyat dng melakukan penculikan dan penangkapan

Teroris adalah orang yang melakukan tindakan teror. Sedangkan terorisme adalah paham/tindakan yang terkait dengan teror. Dari penuturan mbah Wiki, ada bejibun pengertian terorisme. Ini cuplikannya :

  • Menurut TNI – AD, berdasarkan Bujuknik tentang Anti Teror tahun 2000, terorisme adalah cara berfikir dan bertindak yang menggunakan teror sebagai tehnik untuk mencapai tujuan
  • Menurut Konvensi PBB tahun 1937, Terorisme adalah segala bentuk tindak kejahatan yang ditujukan langsung kepada negara dengan maksud menciptakan bentuk teror terhadap orang-orang tertentu atau kelompok orang atau masyarakat luas

Terorisme menjadi masalah karena jelas mengganggu keamanan dan ketenteraman masyarakat. Rasa aman adalah sebuah kebutuhan yang teramat penting, setelah kebutuhan faal, so tidaklah heran jika Kepolisian dengan Densus 88-nya tetap gencar mengejar orang-orang yang ditengarai sebagai teroris. Tapi ternyata tidaklah gampang sob… Hilang sementara di daerah satu, muncul kembali di daerah lainnya. Kerumitan inilah yang tergambar dari kartun Bangkot kali ini…

Hmmmm… klo dipikir-pikir lagi kartun Bangkot kali ini mirip games bawaan windows xp, Minesweeper… jika anda beruntung, anda tidak menginjak bom sampai satu babak selesai. Full gambling…

Namun kartunmania tidak mengharapkan seperti itu, karena aparat keamanan kita pasti bekerja secara profesonal dengan segala tanggung jawabnya sebagai aparat pengayom masyarakat. Ibaratnya games, Densus 88 tentu sudah punya Cheatcode-nya… :mrgreen:

Kartun harian Warta Kota edisi 9 September 2012

Bangkot – Karya : Hendratno

Pemberantasan teroris, bagaikan main Minesweeper… 🙂

Karya : Pakho – Layang-layang mania… :ngakaks

Karya : Agusur – Baru kali ini, seorang dalang wayang golek jadi penderita…… :ngakaks

Karya : – – Loncat jemuran. :mrgreen:

Karya : Joe – TPS dengan kotak suara, kotak saran dan kotak amal… :mrgreen:

Kartunmania Today’s
“Tidak ada pedang seperti kebenaran dan tidak ada pertolongan seperti kejujuran.”

~ Badrun ~

RA Kartini dan RUU Kesetaraan Gender

RA Kartini lahir dan besar di kalangan masyarakat Jawa sekitar 134 tahun yang lalu. Kala itu, wanita adalah kaum yang termarjinalkan, mereka harus rela  tidak bisa bebas duduk di bangku sekolah, harus rela  dipingit, dinikahkan dengan laki-laki yang tak dikenal, dan harus bersedia dimadu. Melihat kondisi masyarakat kala itu, Kartini pun galau… Kalau saat itu d’mantans udah keluarin album, pastilah Kartini akan bernyanyi keras-keras…:

Aku tak mau jikalau aku dimadu
Pulangkan saja ke rumah orang tuaku
Baru saja kau berada sudah mau kawin lagi
Hai sudah mau kawin lagi

Tapi Kartini bukanlah tipe wanita yang suka teriak-teriak, bikin status dan nge-twit kegalaunnya, yang dilakukan adalah mengirimkan buah pikirannya via surat ke teman-temannya yang ada di eropa, kelak buah pikirannya yang terangkum dari berbagai suratnya tersebut, menjadi buku yg sangat terkenal itu, Habis  Gelap Terbitlah Terang. Sekolah wanita pertama yang didirikan oleh Kartini setelah menikah dengan bupati Rembang adalah bukti keseriusan perjuangan Kartini untuk mengangkat derajat kaum wanita. Berkat perjuangan beliau inilah yang kemudian beliau dikenal sebagai Pejuang emansipasi wanita.

RUU Kesetaraan dan Kesamaan Gender (KKG) sedang dibahas di DPR. Terlepas oleh banyaknya pro dan kontra, kartunmania menganggap bahwa RUU KKG itu sebenarnya tidaklah perlu karena pada prinsipnya secara hukum wanita dan laki-laki punya kedudukan yang sama. UUD 45 selalu menyebut “setiap warga berhak atas….”, tidak pernah menyebut ” setiap lelaki berhak tatoan… “. Ibu Megawati Soekarnoputri adalah bukti otentik bahwa di Indonesia sekarang ini hak dan kesempatan wanita untuk mendapatkan pendidikan dan peluang kerja tidak dibatasi. Sampai disini, kartunmania menganggap bahwa perjuangan RA Kartini sudah berhasil. So, lupakan RUU KKG…

Okeeh… berkaitan dengan hal tsb di atas, kartunmania sajikan kartun dengan tema wanita.  Lanjuuut… 🙂

Kartun Tabloid Bola edisi 19 April 2012

SPORT Cartoon Sepakbolaria – Karya : nunk (Hanung Kuncoro)

Si Gundul narsis… :mrgreen:

Karya : Bambang Sulistyo – Catur ala ibu RT.. :mrgreen:

Karya : Umar Alfian – Pemandu ronde?… :ngakaks

Karya : Nazar – Renang Indah dan sepatu merah … :mrgreen:

Karya : Bendot – Turnamen Golf wanita … :ngakaks

Karya : Slamet W – Beginilah konde atlit bina raga … :ngakaks

Karya : Rokhah – Kejuaraan Anggar antar ibu-ibu PKK … :ngakaks

Kartunmania Today’s

Siapa bilang pekerjaan seorang ibu rumah tangga lebih rendah dari pekerjaan seorang Menteri? Di mata Tuhan, semua pekerjaan adalah sama

~ Anu ~