Tag Archives: didie sw

Jakarta lumpuh total

Ya, hujan deras hari Senin, 25 Oktober 2010 kemarin menyebabkan banjir dan genangan air dimana-mana. Sudah bisa ditebak, kemacetan yang luar biasa terjadi di hampir semua wilayah Jakarta.

Karikatur Kompas 24 September 2010

Karya : Didie SW

Betul kata Bang Didie SW, saluran air yang tidak terpelihara menjadi salah satu penyebab banjir. Sehingga tidaklah heran jika kejadian di bawah ini bisa menimpa anda atau saudara anda :

Kompas 17 September 2010
Karya : Jitet

Ah, Kemerdekaan yang menjadi tujuan para pahlawan bangsa ternyata masih sekedar kemerdekaan dari penjajahan bangsa lain scr fisik. Merdeka dari kebodohan dan kemiskinan masih menjadi PR besar bagi semua pihak. Wabil khusus warga DKI ternyata merdeka dari Banjir pun masih sekedar … mimpi.. Ya, mimpi!! *Jarum 76 mode : on**

Kompas 8 Agustus 2010
Karya : Jitet

Bukannya apriori terhadap kondisi ini bro, sebagian warga justru menganggap bahwa macet tuh udah biasa… Kalo ndak macet bukan Jakarta namanya…. :mrgreen:

Kompas 8 Oktober 2010
Karya : Jitet

Okeeh.. Kartunmania gak mau mengomentari siapa yang salah atau siapa yang mesti disalahkan.. Kenapa? Filosofi blog ini nggak begitu bro.. Kartunmania ingin melihat segala permasalahan dr sisi fun-nya saja. Yang ringan-ringan sajalah… So, yang jadi pertanyaannya sekarang adalah : Bagaimana kita menikmati perjalanan kita meski dalam keadaan macet dimana-mana? Mungkinkah?
Hmmm… teman-teman mungkin bisa bantu?

Bilakah Jakarta mati suri?

Karikatur Kompas edisi 16 Juli 2010
Karya : Didie SW

Permasalahan kemacetan lalu lintas di DKI Jakarta adalah permasalahan yang mirip dengan bom waktu. Membludaknya jumlah kendaraan yang tidak  seimbang dengan perkembangan lebar + panjang  jalan serta diperparah oleh budaya berlalu lintas yang buruk akan mempercepat suatu kondisi “JAKARTA MATI SURI”. Pemda DKI sebagai “yang berwajib” tentunya mempunyai jurus maut untuk mengantisipasi jangan sampai hal tersebut terjadi. Pembangunan mono-rail yang masih terkatung-katung nasibnya, tentunya bisa dijadikan pembelajaran yang sangat mahal agar rencana pembangunan MRT (Mass Rapid Transit – transportasi publik) yang tengah berjalan bisa terwujud dengan baik dan lancar.  Ya, pembangunan transportasi massal berupa kereta api bawah tanah yang tahap pertamanya menempuh jarak dari Lebak Bulus ke Duku Atas ini adalah proyek MRT ketiga setelah mono-rail (yang gagal 🙁 ) dan busway.

Pengamat transportasi dari Universitas Indonesia, Jach-rizal .iiin.iiir.il.i mengatakan pengembangan konsep berorientasi transit atau transit oriented develepment (TOD) di setiap stasiun yang dibangun untuk jaringan moda transportasi massal/Mass Rapid Transit (MRT) menjadi satu masukan yang bagus untuk pengembangan MRT ke depan. Sebab, dengan konsep TOD, pelayanan kepada penumpang akan semakin baik dan terintegrasi.

Menurutnya, persiapan konsep TOD akan sangat dibutuhkan jika Pemprov DKI akanmembangun sistem transportasi massal yang terpadu dan berkualitas. “Dengan TOD, itu bisa membantu masyarakat yang membutuhkan transportasi cepat tapi berkualitas,” kata dia. Sumber : http://bataviase.co.id/node/221295 ….

Sebagai warga ibu kota, kartunmania berharap agar proyek ini bisa berjalan dengan baik. Minimal dengan hadirnya sarana MRT baru ini, permasalahan kemacetan lalin bisa sedikit terpecahkan… Semoga.. 🙂