Tag Archives: imlek

Perayaan Imlek dikala banjir

Imlek, banjir dan seterika menjadi obyek sorotan kartunis pada koran Warta kota edisi kali ini. Barongsai, merupakan kesenian tradisional dari China yang pasti ada dalam setiap perayaan Imlek. Bangkot memadukan Barongsai ini dengan bencana banjir yang melanda ibu kota Jakarta. Sementara Mas Bambang Sulityo sedang berandai-andai dengan aksi akrobat pemain barongsai di atas pohon. Mas Odris malah asik bermain liong di arena badminton. ­čśÇ

Di sisi lain seterika listrik pun bisa jadi obyek menarik bagi Mas Cholid dan Bang Pakho, Mas Cholid melihat dari sisi kemiripan bentuknya, sementara Bang Pakho melihat dari kesamaan sumber daya dan namanya. Cekidot. ­čÖé

Kartun harian Warta Kota edisi 2 Februari 2014

Bangkot – Karya : Hendratno

Barongsai dan banjir… :ngakaks

Bangkot

Karya : Bambang Sulistyo– Barongsai nyangkut di pohon…. :ngakaks

barongsai

Karya : Odris?- Kejuaraan Badminton dalam rangka perayaan Imlek…. :mrgreen:

badminton

Karya : A. Cholid?– Sky es dan seterika listrik.. ­čÖé

seterika listrik

Kasih Ibu sepanjang masa

Kasih ibu,
Kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi,
Tak harap kembali,
Bagai sang surya, menyinari dunia
.

Lagu yang sobat kartunmania, pasti bisa menyanyikannya ini sangatlah sederhana. Namun makna yang terkandung didalamnya sarat dengan pesan moral. Tidak terhitung jasa yang telah ibu berikan kepada kita, tanpa sedikitpun mengharap balasan…

Sementara itu, apa yang sudah kita kerjakan untuk membalas semua kebaikan ibunda kita? Mungkin harta dan benda hanya sarana kecil yg bisa kita berikan. Namun yang lebih utama adalah ketulusan kita untuk menyayanginya dengan memberi perhatian dan merawatnya di saat senja..

Ibu… maafkan anakmu yg hanya sesekali mampu menengokmu….. ­čÖü

Kartun Suara Pembaruan edisi 29 Januari 2012

Karya : Titiek Concat – Kasih ibu… ­čÖé

SAR

Karya : A. Cholid – ATM imlek.. ­čÖé

sepak takraw

Karya : Kirno – Jembatan darurat barongsai…. :mrgreen:

balon

Kartunmania Today’s
Saat engkau sukses, usai sudah tugas ayah bundamu. Tugasmu sekarang adalah membuatnya tersenyum kala mereka berangkat menuju alam sana….

~ Lagi kangen ibu