Tag Archives: iponk

Tradisi di jaman batu

Jaman pra sejarah sering diidentikkan dengan jaman batu. Suatu periode waktu dikala batu menjadi alat bantu bagi manusia untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Beberapa fosil yang terbuat dari batu, seperti kapak perimbas bisa dijadikan indikasi adanya sebuah periode jaman batu tersebut. Bagaimana sih bentuk manusia pada saat itu? Benerkah sudah pakai cancut dari kulit macan seperti gambaran di kartun-kartun selama ini? Wallohualam, yang pasti jaman batu itu asik untuk dijadikan bahan membuat kartun. Cekidot.. 🙂

Kartun harian Warta Kota edisi 21 Juli 2013

Karya : Darsono – Sahur jaman batu .. :ngakaks

Karya : Nazar – Penitipan macan … :batas

Karya : Odais– Jadwal Puasa di stasiun KA….. :mrgreen:

Bangkot – Karya : Hendratno

Roket dan harga sembako..! :}

Waspadai kejahatan menjelang Lebaran

Jika kita berkaca kepada kejadian-kejadian di tahun lalu, tren kejahatan menjelang lebaran, selalu naik.? So, tidaklah heran bila pihak yang berwajib selalu memasang spanduk yang mengingatkan masyarakat agar selalu waspada. Ada baiknya jika kita meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaan ketika kita berada di tempat yang biasanya terjadi kejahatan, seperti di pasar-pasar yg sedang ramai, saat naik atau turun kendaraan umum, perempatan (lampu merah), dan tempat-tempat rawan lainnya. Hindari pemakaian perhiasan yang mencolok, gunakan kunci ganda pada kendaraan anda, tidak mudah tertarik dengan rayuan orang yang tidak dikenal yang berbuntut pada kejahatan hipnotis. Waspadalah… waspadalah..! 😎

Kartun harian Warta Kota edisi 5 Mei 2013

Bangkot – Karya : Hendratno

WANTED, Dicari Orang Ini..! :ngakaks

Karya : Janah – Ninton berita kriminal bersama maling .. :ngakaks

Karya : Zaenal Abidin – Telpon umum ternyata bisa jadi Toilet….. :mrgreen:

Karya : Binasir– Gembok khusus buat memborgol Maling…. :ngakaks

Karya : Iponk – Pocong pun benci ama maling… :batas

Kartunmania Today’s
“Pabila cinta memanggilmu… ikutilah dia walau jalannya berliku-liku… Dan, pabila sayapnya merangkummu… pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu…”
~ Kahlil Gibran ~