Tag Archives: Kahlil Gibran

Pagar betis

Bahasa Indonesia bagi seseorang yang sebelumnya tidak bisa, mungkin sebagian agak susah untuk mempelajarinya. Sebut saja kata-kata bentukan yang jika digabung akan mempunyai arti yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan arti kata pembentuknya. Sebut saja, kata “kuda-kuda”, “jalan-jalan”, “makan angin” dan “pagar betis”. Kata gabungan seperti ini kalau gak salah disebut kata jadian. (CMIIW). Tapi beruntunglah kita, ternyata situs andalan kita, google translate sudah memasukkan kata-kata verbal ini didalam database mereka, sehingga akan memudahkan siapa saja yang akan belajar bahasa indonesia.

Okeeh, sekedar prolog aja bro, sis.. langsung aja kita merapatkan barisan, bentuk pagar betis, kita tangkal stress dengan ketawa…..:)

Kartun Suara Pembaruan edisi 11 Desember 2011

Karya : Martono – Pagar betis.. :ngakaks

tim gegana

Karya : Yongky – drow.. :ngakaks

zoophobia

Karya : Kirno – Titisan Arjuna…. :mrgreen:

kiper

Kartunmania Today’s
Nilai dari seseorang itu di tentukan dari keberaniannya memikul tanggungjawab, mencintai hidup dan pekerjaannya.

~ Kahlil Gibran ~

Gara-gara tali sepatu

Kesialan seseorang terkadang bukan karena sebab yang besar.. sering kali masalah kecil yang menggagalkan segalanya.. Banyak contoh kasus besar seperti jatuhnya pesawat terbang Georgia Sunways Airlines gara-gara menabrak burung, dalam sekala kecilpun sangatlah mungkin anda pernah mengalaminya..lupa ngancingin baju atau menaikkan resleting celana… :mrgreen:
Okeeh, kesialan Si Gino kali inipun sebenarnya disebabkan oleh masalah yang sepele.. yuk kita tengok langsung.. :ngakaks

Kartun Tabloid Bola edisi 2 Juni 2011

SPORT Cartoon Sepakbolaria – Karya : nunk (Hanung Kuncoro)

Tali sepatu sialan…. :ngakaks

Karya : Abdul Qodir – Atlit lari curang…

Karya : Kirno – Emangnya atlit lari kayak keong yak… :mrgreen:

Karya : Rokhah – Lari estafet dg petruk.. :mrgreen:

Mutiara kata hari ini

..pabila cinta memanggilmu… ikutilah dia walau jalannya berliku-liku… Dan, pabila sayapnya merangkummu… pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu…

Kahlil Gibran