Tag Archives: nonton bola

Buanglah sampah pada tempatnya

Persoalan sampah adalah persoalan klasik, namun sampai saat ini masih tetap menjadi bahasan menarik. Banyak orang yang sudah paham tentang bagaimana mengatasinya, namun kenyataan permasalahan tetap timbul. Benang merahnya tentunya adalah ketidak-meratanya pemahaman terhadap persoalan sampah. Menyamakan persepsi dan menyadarkan semua orang tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya memang tidak mudah. Namun setidaknya kita bisa mulai dari diri kita sendiri plus mengajarkannya kepada semua anggota keluarga

Okeeh.. ilustrasi Bangkot ini mungkin cukup menggelitik. Membuang sampah seperti mau maling aje.. Pake tengak tengok segala.. :mrgreen: Btw, memang benar, sebagian orang cenderung membuang sampah yang baunya menyengat (kulit durian, kepala udang atau jeroan ikan) tidak di tempat sampah yang ada di depan rumah karena jelas akan mengganggu si empunya rumah sendiri dan tetangga sekitar. Ada baiknya sampah jenis ini dibuang di tempat pembuangan sampah sementara (biasanya tiap RW punya tempat sendiri). Untuk sampah udang dan ikan, bisa disiasati dengan memasukkannya ke kulkas dulu, baru besoknya di buang kala tukang sampah datang.

Kartun harian Warta Kota edisi 1 Desember 2013

Bangkot – Karya : Hendratno

Dilarang buang sampah disini… :batas

Bangkot

Karya : Khoiril Mawahib?– Payung antik Gaya Baru.. :ngakaks

payung antik

Karya : Sumarno –?Lomba Burung Beo … ­čÖé

lomba burung beo

Karya : Zaenal Abidin?-Toilet dan main perahu….. :mrgreen:

toilet

Akibat dari over confident

Kartun Pikiran Rakyat, 17 Oktober 2010

SI MENEL – Karya : Wawan
“Si burung Pelatuk yang sombong”


Hmmm… Terlalu percaya diri, terkadang justru membawa petaka… ada baiknya jika kita melihat posisi sekelilingnya sebelum melakukan sebuah tindakan… mentang-mentang punya As 2 biji, langsung all in… eh,, gak taunya kalah ama┬á 2 peer angka kecil 22 dan 33… :bata

PERI dan ACIL – Karya : Nada dan Ali
“Gara-gara nonton bola”

Kayaknya bukan hanya anak sekolahan lho.. yg punya problem persis ilustrasi si Peri di atas… Hayo, sapa yg sibuk cari alasan tuk ijin telat setiap hari rabo atau kamis? hahaha…

Tak & Dut – Karya : Aan Iskandar
“Tak dengan segala gelar kebesarannya

Susis : Suka Narsis, Alay : Anak LAYangan, dan gelar Kebesaran “Keong Racun” melekat erat pada diri si Tak. Namun ada gelar yang janggal sebenarnya, Alay. Anak Layangan sebenarnya gelar yang diberikan kepada anak-anak yg demen mengecat rambutnya menjadi pirang/merah sebagian atau pirang/merah total. Lha si Tak ini pan rambutnya cuman 2 lembar… Hayoooo….┬á :p