Tag Archives: payung

Potret Perlintasan Kereta Api

Kejadian tabrakan atau lebih tepatnya tertabraknya truk tangki berisi BBM dengan KRL di Bintaro beberapa minggu yang lalu, hanyalah sebuah gumpalan es yang muncul di permukaan lautan. Sebuah peristiwa yang sudah diprediksi bakal terjadi jika kita melihat berbagai fakta yang sangat menunjang asumsi tersebut.

Kepala Humas PT Kereta API Daops IV, Eko Budiyanto, mengatakan, dari 700 lebih perlintasan kereta api sebidang, hanya ada 109 perlintasan yang dijaga oleh petugas.
“Jumlah total di Daop IV 704 perlintasan, resminya hanya 506, perlintasan liar yang dibuat masyarakat 198 titik, yang dijaga 109 dan tidak dijaga 397,” kata Eko, Selasa (17/12/2013). (okezone)

397 titik perlintasan tidak terjaga di Jateng. Itu yang tercatat, jumlah sebenarnya pasti lebih besar lagi dan itu hanya di daerah Jawa Tengah. Ini adalah fakta pertama.

Fakta kedua, sikap pemakai jalan yang tidak memperhatikan rambu-rambu perlintasan kereta api. Kejadian penyerobotan perlintasan kereta api itu jadi pemandangan sehari-hari. So, tidaklah heran jika penjaga perlintasan kereta api harus bekerja ekstra keras dengan langsung turun ke perlintasan dengan peluit dan bendera merahnya. Jokis dan Nais di bawah ini secara jeli mengamati adegan yang sering terjadi di perlintasan KA.

Dua hal ini adalah penyebab utama kejadian kecelakaan di perlintasan kereta api. So, sepenting apapun keperluan mas bro dan mbak sis, silakan berhenti jika sirene dan pintu penutup perlintasan KA sudah diturunkan.

Kartun Pikiran Rakyat, 15 Desember 2013

JOKIS & NAIS – Karya : R. Amdani & Kipod

“Potret situasi Lintasan Kereta Api…”

Jokis dan Nais

YAYAT CEKING – Karya : Rond & A’doen

“Timnas U-23 dan bla bla bla..” 🙂

yayat ceking

PERI dan ACIL – Karya : Nada dan Ali

Sedia payung sebelum hujan pun tidak cukup.. 🙂

Peri dan Acil

Buanglah sampah pada tempatnya

Persoalan sampah adalah persoalan klasik, namun sampai saat ini masih tetap menjadi bahasan menarik. Banyak orang yang sudah paham tentang bagaimana mengatasinya, namun kenyataan permasalahan tetap timbul. Benang merahnya tentunya adalah ketidak-meratanya pemahaman terhadap persoalan sampah. Menyamakan persepsi dan menyadarkan semua orang tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya memang tidak mudah. Namun setidaknya kita bisa mulai dari diri kita sendiri plus mengajarkannya kepada semua anggota keluarga

Okeeh.. ilustrasi Bangkot ini mungkin cukup menggelitik. Membuang sampah seperti mau maling aje.. Pake tengak tengok segala.. :mrgreen: Btw, memang benar, sebagian orang cenderung membuang sampah yang baunya menyengat (kulit durian, kepala udang atau jeroan ikan) tidak di tempat sampah yang ada di depan rumah karena jelas akan mengganggu si empunya rumah sendiri dan tetangga sekitar. Ada baiknya sampah jenis ini dibuang di tempat pembuangan sampah sementara (biasanya tiap RW punya tempat sendiri). Untuk sampah udang dan ikan, bisa disiasati dengan memasukkannya ke kulkas dulu, baru besoknya di buang kala tukang sampah datang.

Kartun harian Warta Kota edisi 1 Desember 2013

Bangkot – Karya : Hendratno

Dilarang buang sampah disini… :batas

Bangkot

Karya : Khoiril Mawahib?– Payung antik Gaya Baru.. :ngakaks

payung antik

Karya : Sumarno –?Lomba Burung Beo … 🙂

lomba burung beo

Karya : Zaenal Abidin?-Toilet dan main perahu….. :mrgreen:

toilet