Tag Archives: penyadapan

Skema Arus kas pengemis

Ter-razia-nya si Walang dan Saaran oleh Sudin Sosial Jaksel di bawah jembatan layang Tugu Pancoran bulan lalu, maka terungkapnya kenyataan dan fakta bahwa banyak Pengemis di Ibu kota sebenarnya bukanlah golongan orang-orang miskin harta. Uang 25 jt yang ditemukan di dalam gerobak, memang masih misteri. Namun setidaknya bisa memberi gambaran kepada masyarakat bahwa pengemis tersebut tidak perlu dikasihani. Fatwa MUI yang menyatakan bahwa mengemis dan memberikan uang kepada pengemis di jalanan adalah haram, tentunya memberikan efek positif terhadap terciptanya ketertiban di Ibukota

Okeeh.. Bangkot kali ini mengilustrasikan skema Arus kas seorang pengemis dalam menjalankan profesinya. Cekidot. :batas

Kartun harian Warta Kota edisi 8 Desember 2013

Bangkot – Karya : Hendratno

Pengemis jutawan… :batas

Bangkot

Karya : Khoiril Mawahib– Derita korban kasus penyadapan.. :ngakaks

kasus penyadapan

Karya : Janah – Bandul jam digondol kucing?… 🙂

kucing

Karya : Odris-Tim pemburu hantu….. :mrgreen:

pemburu hantu

Perbedaaan antara licik dan cerdik

Licik dan cerdik adalah dua buah kata yang berbeda. Kata ‘licik’ digunakan untuk menggambarkan sebuah tindakan negatif yang berupa kecurangan yang sudah direncanakan. Sedangkan ‘cerdik’ digunakan untuk menggambarkan sebuah tindakan yang lebih mengarah ke hal positif yang menggambarkan tingginya kecerdasan seseorang dalam menyelesaikan sebuah masalah. Positif dan negatif, dua buah sisi yang pasti bertolak belakang. Namun ada kalanya kata ‘licik’ dan ‘cerdik’ beriringan dalam menilai sebuah sebuah peristiwa yang sama. Kartun Jokis dan Nais di bawah ini mungkin menggambarkan peristiwa tersebut. Cekidot.. :ngakaks

Kartun Pikiran Rakyat, 01 Desember 2013

JOKIS & NAIS – Karya : R. Amdani & Kipod

“Ide di jalan…” :batas

Jokis dan Nais

YAYAT CEKING – Karya : Rond & A’doen

“Aksi Penyadapan..” 🙂

yayat ceking

PERI dan ACIL – Karya : Nada dan Ali

Nikmatnya main egrang.. 🙂

Peri dan Acil