Tag Archives: sni

Kompor Gas, antara ribet dan repot

Kartun Kompas edisi 02 Juli 2010
Karya : Didie SW

Jujur saja, sebenarnya kartunmania dah agak bosan mengomentari soal tabung gas. Media massa dan elektronik terkadang menjadikan berita ini sebagai salah satu primadona berita, sehingga tidaklah heran jika ada kasus meledaknya tabung gas di kolong semut pun, media mampu meciumnya.  Pada jakartaria edisi sebelumnya kartunmania sudah paparkan dampak positif dan negatif pemberitaan tentang meledaknya tabung gas ini tetapi dampak tsb khusus bagi masyarakat. So, apakah pemberitaan ini berdampak pula terhadap pembuat regulasi dalam hal ini Pemerintah? Ya, tentu saja. Salah satu buktinya adalah terbitnya sertifikasi tabung gas dengan lebel SNI dan program penggantian regulator dan selang. Gerakan ini pun dibarengi dengan tindakan lain yang tekait, seperti pengontrolan terhadap kondisi tabung gas yang beredar di masyarakat.

So, menurut kartunmania ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh pihak-pihak yang terkait untuk mengatasi masalah ini :

  • Pemerintah : evaluasi dan pengawasan terhadap distribusi gas elpiji beserta aksesorisnya (tabung, selang dan regulator) tidak boleh hanya “panas-panas tai kebo”, harus terus menerus. Departemen terkait dari tingkat pusat sampai tingkat kecamatan (kalo ada) mestinya proaktif. Libatkan aparat keamanan untuk mengantisipasi adanya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan fasilitas ini untuk kepentingan pribadi.  Contohnya, banyak sekelompok orang berseragam yang mendatangi rumah-rumah penduduk sampai di pelosok pedesaan yang melakukan penjualan komponen regulator dan selang dengan melakukan tindakan intimidatif. Mereka memeriksa tabung, regulator dan selang warga dan memfonis bahwa kondisi peralatan yang ada sangat tidak aman. Ujung-ujungnya mereka menjual produk yang mereka bawa dengan harga yang relatif mahal tapi dengan kualitas yang kita sendiri tidak tahu. (Kejadian menimpa adik saya yang tinggal sekampung dengan Kenun di sebuah desa di pelosok Pacitan)
  • Media massa : media tulis dan elektronik  dalam hal ini sebenarnya berfungsi sebagai perantara antara pemerintah dan masyarakat. Pemberitaan meledaknya tabung gas pun sebenarnya sah-sah saja, namun mesti proposional. Jujur saja, kalo ada pemberitaan tentang kasus tersebut cuma judul doang yang terbaca.. Bosan.  Akan lebih baik jika media turut menjembatani kasus ini dengan mempertemukan masyarakat dengan pemerintah. Hal ini lah yang sudah dilakukan oleh beberapa stasiun televisi.  Satu lagi, sosialisasi cara penggunaan tabung gas yang aman adalah salah satu kendala yang belum maksimal digarap. Di sini media bisa lebih optimal dalam berperan dengan menyisihkan sebidang space atau 1 menit waktu untuk iklan layanan sosial ini secara gratis.
  • Partai Politik :  Gunakan kesempatan ini untuk menarik simpati masyarakat. Namun berhati-hatilah, karena salah bertindak, justru akan kontra produktif yang anda dapat… :mrgreen”

Kalo boleh menyitir kalimat khas Gus Dur, hanya satu kalimat yang pas :
“….Gitu aja kog repooot.. “

Tulisan terkait :
Tips mengunakan kompor gas yang aman

Jakartaria : Phobia Tabung Gas

Maraknya pemberitaan soal kecelakaan sekitar meledaknya tabung gas di beberapa media massa akhir-akhir ini, memberikan berbagai dampak :

  • Pemerintah akan menarik peredaran tabung gas dan aksesorisnya (regulator dan selang) yang tidak berstandar SNI. Untuk tahap pertama, produk pengganti selang dan regulator tabung yang dinilai sudah kedaluwarsa dan diperkirakan ada yang tidak sesuai dengan SNI, akan dijual di Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta. Harganya? Menurut Pertamina sih, sesuai dg harga pabrik, tapi berapanya yang kami tidak tahu. Mungkin tayangan Liputan 6 SCTV ini bisa membantu.
  • Semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap segi keamanan penggunaan elpiji, terbukti dengan meningkatnya trafik pengunjung kartunmania yang datang dari searc engine dg membawa kata kunci “tips menggunakan kompor gas yang aman
  • Ada juga sebagian masyarakat yang takut dan berusaha kembali lagi ke kompor minyak tanah. Emang sih, kalo dasarnya udah mengidap kompor gas phobia, tentunya susah untuk mengobatinya. Untuk kelompok yang ini, tidak mungkin memaksakan program konfersi minyak tanah, krn rasa aman adalah Kebutuhan vital kedua yang azasi, setelah kebutuhan faal/biologis (makan, minum, seks).

Okeeh, semoga mimpi buruk kasus meledaknya tabung gas LPG tidak benar jadi kenyataan, dengan catatan kita sebagai pengguna tetap waspada terhadap peralatan dan cara pemakaiannya yang benar serta setiap pihak yang terkait dari pedagang, pengecer, sampai ke Pertamina ikut peduli terhadap kemanan penggunaan tabung elpiji. Amin.

Kartun Kompas edisi 30 April 2010
Karya : Didie SW