Tag Archives: sumpah pemuda

Sumpah pemuda vs sumpah pocong

Sumpah pemuda, sebenarnya adalah sebuah kata yang biasa saja… Namun setiap dua kata tersebut diucapkan, di otakku langsung terpampang tulisan “28 oktober”.

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Okeeh…. itulah sekilas gambaran di benak kartunmania setiap kata ‘sumpah pemuda’ terucap. Bagaimana jika kata ‘sumpah pocong’ terucap… Duh, di otakku langsung terbayang seseorang yang terbujur dan dibungkus kain kafan.. dan di atasnya ada kitab suci yang dipegang oleh seseorang yang menuntunnya untuk bersumpah :”

Sumpah pocong..
aku tidak mencuri ayam..
Aku tidak korupsi..
aku tidak pernah menyelewengkan dana pengadaan alat-alat perang..
aku tidak pernah selingkuh dengan tetangga… :mrgreen:

 

Kartun Suara Pembaruan edisi 8 April 2012

Karya : Nank Ngablak – Sumpah Pocong vs sumpah pemuda.. 🙂

robot

Karya : A. Cholid – Pinguin masuk kulkas… :mrgreen:

kerokan

Karya : Titiek Concat – Seterika = teko?…. :mrgreen:

penjahat

Kartun Suara Pembaruan edisi 15 April 2012

Karya : Cholid – Pawang barongsai odong-odong… :mrgreen:

kerokan

Karya : A. Syam – Susahnya ngerokin atlit sepak takraw.. 🙂

robot

Karya : Agung Kartika – Tehnik dasar photografi.. ikuti obyek untuk mendapatkan hasil terbaik…. :mrgreen:

penjahat

Kartunmania Today’s
Seorang pemenang yang sesungguhnya adalah seseorang yang mampu melawan amarah dengan kesabarannya dan memaafkan dengan ketulusan…

~ Selamat berpuasa bro..

 

Sumpah Pemuda


Koran Tempo edisi 25 Oktober 2009

Karya : Beng Rahadian

Naskah Sumpah pemuda yg ditulis oleh Muhammad Yamin pada Kongges Pemuda II :

SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :
– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :
– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Djakarta, 28 Oktober 1928

Jika kita menengok kembali pada situasi terjadinya Soempah Pemoeda di atas,  mungkin akan terbayang di benak kita situasi yang tidak terkendali mengingat Bangsa kita masih dalam Jajahan Belanda. Meskipun begitu para pemuda kala itu sudah mempunyai tekat yang luar biasa untuk melepaskan diri dari penjajahan.

Dalam rangka peringatan Sumpah Pemuda kali ini, dimana musuh fisik gak terlalu keliatan kayak dulu, apa yang bisa pemuda lakukan? Haruskah turun ke jalan-jalan sambil tepuk dada dan teriak : “ini lho pemuda Indonesia!”? Hmmmm….Kang Badrun pusing, gak ngarti.  so, maknai Soempah Pemoeda dewek-dewek lah…

Karya : Nunk NGABLAK

Karya : AYIL