Tag Archives: koes gandon

Memaksimalkan potensi maling

Maling bin pencuri, adalah profesi/sifat yang dibenci oleh masyarakat. So, tidaklah heran jika mereka digolongkan sebagai sampah masyarakat. Sampah dalam arti yang sebenarnya,┬á sudah banyak yang memberdayakannya sehingga berubah menjadi komoditi yang punya nilai lebih. Misalnya, sampah danau yang berupa enceng gondok, diubah menjadi tas atau barang kerajinan lainnya. Sekarang bagaimanakah caranya memberdayakan sampah yang berupa maling? Koni sebagai induk olahraga nasional, kayanya perlu melirik maling sebagai bahan mentah yang sangat potensial untuk dididik menjadi atlit di cabang atletik… :mrgreen:

Kartun Tabloid Bola edisi 12 Mei 2011

Karya : Suprie ketjil – Makna Lari estafet bagi maling.. :mrgreen:

Karya : Khamidi – Lomba lari estafet antar napi

Karya : Dzarr – Segala cara dilakukan demi kemajuan atletik nasional.. :mrgreen:

Karya : Isul – Latihan loncat tinggi

Karya : Koes Gandon – Loncat tinggi cinta .. ­čÖé

Mutiara kata hari ini

“O J O D U M E H”

Anonim

Bharatayuda vs Ramayana

Koran Tempo edisi 15 Nopember 2009

LOTIF – Karya : Beng Rahadian

Wayang kulit? Hmm.. Menurut anda, Bharatayuda atau Ramayana-kah babat yg dipakai? Kalau saya suruh milih, terus terang bingung bro… Lotif benar, babon/sekenario cerita di dunia pewayangan jelas, kubu yang berseberangan jelas, yang kalah/menang pun jelas. Sumber masalah Ramayana adalah wanita, Bharatayuda adalah harta dan tahta. Kalo dilihat dari sini sih, lebih dekat dengan Bharatayuda…. tapi jika tanya kepada Ki Purbo Asmoro (suwe ora krungu sulukmu mas) mungkin jawabnya akan lain, karena beliau lebih menguasai babat. Namun jika memang harus memilih pilihanku jatuh pada Ramayana. Kaaarennna apa?
Tokoh yang terlibat namanya sama Gan….dulure anoman…. hahahahahahaha……..

Karya : KOES Gandon

Karya : (?)